Penyebab Perubahan Sosial, Nomor 1 dan 3 adalah Faktor Utama yang Sering Terjadi di Indonesia

Perubahan selalu terjadi seiring dengan waktu yang terus berjalan. Hal ini tidak heran lantaran perubahan memang wajar terjadi. Bukan hanya perubahan pada diri pribadi saja, tapi perubahan sosial secara keseluruhan di masyarakat juga menjadi hal yang pasti. Penyebab perubahan sosial sendiri ada dari segi intern dan juga ekstern sehingga harus dipahami. Perubahan sendiri adalah proses terus menerus dan tak akan pernah ada hentinya (lihat juga: penyebab terjadinya disintegrasi nasional).

Apa itu Perubahan Sosial?

Perubahan adalah suatu hal yang harus diterima. Perubahan sosial sendiri didefinisikan sebagai suatu proses dalam hal pergeseran atau perubahan struktur dan tatanan di masyarakat. Perubahan sosial ini biasanya meliputi pola pikir secara inovatif, sikap hingga kehidupan sosial dengan tujuan untuk dapatkan penghidupan bermartabat. Perubahan sosial ini bisa dikenali umumnya dengan membandingkan antara kondisi masyarakat masa kini dan waktu lampau.

Faktor Penyebab Perubahan Sosial di Masyarakat

Apabila ditinjau dari segi sosiologi, maka perubahan sosial ini juga bisa terjadi dari segi kebudayaan dan norma. Apa yang menjadi penyebab perubahan sosial? Berikut ini ulasannya:

1. Perubahan Jumlah Penduduk
Penyebab perubahan di sosial yang pertama adalah dari segi perubahan jumlah penduduk yakni berkurang dan juga bertambahnya dari segi jumlah penduduk. Penyebab dari segi jumlah penduduk ini termasuk faktor intern dalam perubahan sosial. Umumnya bertambah hingga berkurangnya jumlah penduduk adalah karena urbanisasi ataupun perpindahan penduduk.

2. Penemuan Baru
Adanya inovasi hingga penemuan yang baru pun menjadikan perubahan dalam bersosial. Hal ini lantaran penemuan baru seringkali tidak bisa langsung diterima oleh masyarakat sepenuhnya. Contoh sederhana adalah dengan penemuan mobil di awal pertama kalinya. Tentunya masyarakat zaman dulu masih belum bisa menerima mesin menggantikan peran kuda sebagai alat transportasi. Tapi lama kelamaan, masyarakat bisa menerima karena lebih efektif dan efisien.

3. Konflik Masyarakat
Ternyata konflik yang ada di masyarakat juga bisa jadi penyebab perubahan sosial. Konflik ini umumnya terjadi karena ada perbedaan di masyarakat. Meski konflik bersifat memecah belah pada hubungan masyarakat, tapi umumnya tiap konflik pasti teriring dengan proses akomodasi. Justru kadang adanya konflik ini bisa kuatkan ikatan sosial di masyarakat.

4. Pemberontakan atau Revolusi
Masyarakat yang ingin berubah biasanya melakukan revolusi. Sedang untuk pemberontakan terjadi lantaran masyarakat yang menginginkan untuk berubah tapi ada penolakan. Pemberontakan dan juga revolusi ini bisa menjadikan perubahan sosial dengan efek besar-besaran. Hal ini lantaran keterlibatan dari masyarakat secara luas dan bahkan keseluruhan sehingga efeknya pun besar.

5. Faktor Alam dan Perang
Faktor alam tentu berhubungan dengan kehendak Tuhan dimana bisa merubah sosial ketika ada bencana hingga iklim berubah. Tentu hal ini menjadikan masyarakat harus mampu beradaptasi. Selain itu, ada juga peperangan dimana menjadikan kedua belah pihak baik yang menang hingga yang kalah harus menerima perubahan yang ada di tatanan masyarakatnya (lihat juga: penyebab pelanggaran HAM).

Menghadapi Perubahan Sosial

Perubahan sosial terjadi secara kontinyu. Oleh karena itu, agar tidak mengalami kebingungan, maka hal terbaik untuk menghadapi perubahan sosial adalah dengan menerima perubahan itu sendiri. Menolak perubahan justru tidak akan berguna. Dengan membuka pikiran dan kemauan untuk belajar, maka Anda akan bisa lebih berdamai dengan tatanan sosial dan perubahan yang ada.

Itulah sekilas ulasan terkait penyebab perubahan sosial dan cara menghadapinya. Meski perubahan sosial terjadi, tapi jangan sampai melalaikan norma baik dan juga aturan yang ada.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel