Penyebab Pencemaran Suara, Nomor 2 dan 4 adalah Faktor Utama yang Sering Terjadi di Indonesia

Pencemaran memiliki banyak jenis, salah satunya yang cukup mengganggu adalah pencemaran suara. Pencemaran atau polusi suara ini sangat mengganggu dan berdampak yang kurang baik bagi manusia. Dampak paling besar adalah di segi kesehatan. Kesehatan indera pendengaran bisa terganggu oleh adanya polusi suara tersebut. Tahukah Anda apa penyebab pencemaran suara? Berikut penjabarannya.

Lihat juga: Penyebab Kebakaran Hutan

Pengertian Pencemaran Suara

Pencemaran Suara adalah bunyi yang berasal dari manusia, hewan, dan mesin yang bisa mengganggu keseimbangan dan juga aktivitas dari makhluk hidup. Suara tersebut bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Bahan-bahan yang bisa menyebabkan pencemaran tersebut dinamakan dengan polutan. Sifat dari polutan sendiri adalah bisa merusak baik untuk rentang waktu sementara atau lama.

Faktor Penyebab Pencemaran Suara

Bunyi yang menjadi polusi atau pencemaran suara berasal dari suara yang bergetar. Getaran tersebut bisa menjadi pengganggu keseimbangan molekul di udara sekitar. Molekul tersebut akan ikut bergetar juga yang bisa menimbulkan adanya gelombang rambatan energi mekanis di medium udara. Rambatan gelombang di udara tersebut disebut dengan bunyi atau suara. Lalu untuk konteks ruang dan waktu bisa menyebabkan gangguan kenyamanan dan kesehatan indera pendengaran. Selain itu terdapat pula beberapa faktor lain yaitu:

1. Vibrasi
Faktor penyebab pencemaran suara yang pertama adalah vibrasi atau getaran. Kebisingan yang berasal dari vibrasi bisa terjadi karena adanya benturan, gesekan, ataupun tidak seimbangnya gerakan di mesin. Bagian mesin yang bisa menimbulkan getaran antara lain di bagian fan, roda gila, roda gigi, bearing, piston, batang torsi, dan bagian lain.

2. Aktivitas Mesin
Faktor kedua adalah adanya aktivitas mesin. Berbagai aktivitas mesin dengan suara yang besar bisa membuat polusi suara. Mesin tersebut bisa saja berasal dari mobil, truk, tank, kereta, motor, dan kendaraan lain.

3. Pergerakan Cairan, Gas, dan Udara
Faktor lain bisa terjadi saat adanya pergerakan cairan, gas, dan udara di kegiatan industri. Contohnya adalah di outlet pipa, jet, gas buang, pipa penyalur cairan gas, flare boom, dan masih banyak lainnya. Bunyi tersebut diukur dalam satuan dB atau desibel.

4. Ulah Orang yang Tidak Bertanggungjawab
Faktor terakhir adalah dari ulah manusia yang tidak bertanggungjawab. Misalnya adalah saat ada orang yang mengebut di jalanan, membunyikan klakson berkali-kali, dan sejenisnya.

Pengukuran Pencemaran Suara

Kendati bisa diukur secara subjektif, namun ternyata terdapat parameter yang digunakan untuk mengukur pencemaran suara secara resmi. Entah itu secara langsung maupun sederhana. Cara mengukur dengan langsung adalah dengan menggunakan suatu integrating sound level meter yang mempunyai fasilitas pengukur LTM5. Maksud dari LTM5 yaitu Leq dengan waktu ukur setiap 5 detik yang diukur selama 10 menit (lihat juga: penyebab pencemaran tanah).

Sedangkan jika menggunakan cara sederhana, maka bisa memakai sound level meter yang normalnya diukur dengan tingkat tekanan bunyi dB(A) selama 10 menit dalam satu kali pengukuran. Namun pembacaannya tetap dilakukan 5 detik sekali. Beberapa ukuran polusi udara yang biasanya terjadi di sekitar adalah misalnya mesin motor sebesar 104 dB, orang yang ribut sebesar 80 dB, suara kereta api sebesar 95 dB, dan masih banyak lagi.

Demikianlah sedikit pengetahuan tentang pencemaran suara yang meliputi pengertian, faktor penyebab pencemaran suara, serta pengukurannya. Pencemaran suara yang berasal dari faktor alamiah memang tidak bisa dihindari, namun jika itu dari manusianya maka mungkin bisa dikurangi. Semoga bisa banyak membantu Anda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel