Penyebab Konflik Sosial, Nomor 2 dan 3 adalah Faktor Utama yang Sering Terjadi di Indonesia

Dalam kehidupan bersosial, tentu manusia saling melakukan interaksi antar satu sama lainnya. Tentunya ini sangat dibutuhkan mengingat manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Meski demikian, saat adanya proses interaksi maka ada dua hal yang bisa mewarnai yakni kerjasama hingga konflik. Konflik sosial sendiri tidak bisa dipungkiri adalah menjadi bagian dari kehidupan dimana penyebab konflik sosial bisa sangat beragam (lihat juga: penyebab pengangguran).

Apa itu Konflik Sosial?

Berdasarkan sosiologis, konflik memiliki arti sebagai proses sosial antar dua orang atau lebih dimana salah satunya berusaha untuk menyingkirkan pihak lainnya. Cara yang ditempuh adalah dengan menghancurkan hingga membuat tak berdaya. Konflik juga dimaknai dengan perselisihan, pertentangan hingga percekcokan. Bisa dikatakan jika konflik sosial jika pertentangannya adalah bersifat langsung dan ditandai interaksi timbal balik dari pihak bersangkutan.

Faktor Penyebab Konflik Sosial Secara Umum

Terdapat berbagai faktor yang bisa sebabkan konflik sosial terjadi dalam bermasyarakat. Tentu Anda ingin tahu apa saja penyebab konflik sosial bisa terjadi. Berikut ini ulasannya:

1. Perbedaan Individu
Penyebab pertama adalah dari adanya faktor individu. Faktor ini busa meliputi perbedaan pada perasaan dan pendirian. Tiap manusia tentu adalah individu yang unik dimana memiliki pola pikir yang berbeda. Perbedaan inilah yang bisa jadi sebab konflik sosial lantaran dalam hal menjalani hubungan sosial, maka seseorang tak akan bisa selalu sejalan dengan orang lain atau kelompoknya. Contoh paling sederhana saja, jika ada konser musik di suatu lingkungan maka bisa jadi ada pihak yang terhibur dan tak sedikit juga merasa terganggu.

2. Perbedaan Latar Belakang
Latar belakang dalam kehidupan setiap orang akan bisa membentuk seseorang menjadi pribadi yang berbeda. Dalam suatu kelompok besar, umumnya akan ada beberapa anggota yang memiliki perbedaan dalam pola pikir. Hal ini karena latar belakang pendidikan, pola didik dalam keluarga, lingkungan dan lainnya yang tak sama sehingga bisa menjadi penyebab konflik sosial.

3. Perubahan Nilai Cepat
Dunia tentu berubah. Wajar sekali jika hal ini terjadi. Meski demikian, jika perubahannya terjadi dalam waktu cepat, maka bisa jadi konflik pun timbul. Misalnya saja masyarakat pedesaan yang mengalami modernisasi dimana terkadang masih belum bisa menerima perubahan. Alasannya adalah karena masyarakat pedesaan yang masih cenderung terbiasa dengan nilai dan norma lama yang dipegang teguh sehingga kurang bisa menerima modernisasi.

4. Perbedaan Kepentingan
Faktor penyebab selanjutnya adalah ketika adanya perbedaan kepentingan dari individu dan juga kelompok. Tiap orang tentu memiliki perasaan, latar belakang hingga pendirian yang berbeda terkait suatu hal. Perbedaan kepentingan inilah yang bisa berpotensi memunculkan konflik. Contoh mudahnya adalah dalam hal pemanfaatan hutan. Tentu tokoh masyarakat akan menganggap jika hutan adalah kekayaan alam yang harus dijaga. Namun, berbeda untuk para pebisnis karena mereka menganggap hutan bisa memberikan keuntungan (lihat juga: penyebab korupsi).

Cara Mengatasi Proses Sosial

Konflik sosial bisa jadi kecil, tapi tak sedikit juga yang bisa timbulkan masalah besar. Sebelum hal tersebut terjadi, tentunya semua pihak harus mengerti bagaimana cara mengatasi konflik yang terjadi. Ada beberapa cara dalam mengatasi konflik sosial yang terjadi di masyarakat. Beberapa caranya yakni dengan paksaan baik fisik hingga psikologis, arbitrase yakni dengan memanggil pihak ketiga untuk penengah hingga mediasi dan juga negosiasi.

Itulah beberapa cara untuk bisa menyelesaikan konflik sosial yang terjadi. Tentunya cara penyelesaian konflik harus disesuaikan dengan penyebab konflik sosial yang terjadi sehingga tepat.

Berlangganan gratis update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Penyebab Konflik Sosial, Nomor 2 dan 3 adalah Faktor Utama yang Sering Terjadi di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel