Penyebab Erosi, Nomor 2 adalah Faktor Utama yang Sering Terjadi di Indonesia

Salah satu fenomena alam yang kerap terjadi adalah erosi. Proses erosi bisa membuat penurunan tingkat produktivitas dari tanah. Selain itu daya dukung tanah juga akan berkurang. Namun, tidak selamanya erosi memiliki dampak buruk semata. Ada pula sisi positif yang berguna dalam beberapa hal. Berikut penjelasan dari pengertian, faktor penyebab erosi, serta jenis-jenisnya (lihat juga: penyebab pencemaran tanah).

Pengertian Erosi

Erosi merupakan sebuah peristiwa mengikisnya tanah, batuan, sedimen dan padatan lainnya terjadi karena adanya transportasi air, hujan, angin, dan es. Selain itu terjadinya gravitasi dan aktivitas dari makhluk hidup juga bisa menjadi pemicunya. Pada dasarnya erosi adalah suatu proses alamiah yang berdampak baik untuk rantai ekosistem.

Namun di beberapa tempat erosi menjadi berbahaya karena aktivitas manusia. Beberapa contoh aktivitas manusia seperti buruknya pengelolaan lahan, menggunduli hutan dan pembakaran hutan bisa memperparah erosi.

Faktor-Faktor Penyebab Erosi

Terdapat dua jenis faktor penyebab erosi yang perlu diketahui. Faktor pertama adalah faktor alam dan yang kedua adalah karena aktivitas manusia. Berikut penjelasannya:

1. Faktor Alam

a. Faktor Geologi
Beberapa hal dari segi geologi bisa menjadi penyebab terjadinya erosi. Misalnya seperti bebatuannya, jenis sedimennya, permeabilitas, jenis tanah, sifat tanah, porositas, kemiringan, dan sejenisnya.

b. Faktor Biologis
Faktor biologis yang dimaksud disini adalah dari segi aktivitas makhluk hidup. Berbagai macam aktivitas makhluk hidup bisa memengaruhi kondisi lahannya, sehingga bisa memicu terjadinya erosi.

c. Faktor Iklim
Beberapa faktor iklim seperti rentang suhu, kecepatan angin, intensitas terjadinya hujan, frekuensi badai, serta musim yang berganti bisa menjadi penyebab utamanya.

2. Faktor Aktivitas Manusia

Beberapa hal yang dilakukan manusia bisa berdampak buruk pada lingkungan. Misalnya saja melakukan penebangan hutan secara sembarangan. Bukan hanya sekedar menebang pepohonan di hutan, namun juga dengan tidak diimbangi dengan reboisasi yang menyebabkan hutan bisa gundul permanen.

Ada pula pengalihfungsian hutan yang tidak tepat. Contohnya adalah hutan yang diubah menjadi lahan perkebunan, pembangunan jalan, pertambangan, maupun pertanian. Selain itu, konstruksi yang tidak rapih juga menjadi penyebab lainnya terjadinya erosi.

Jenis-Jenis Erosi

Jika digolongkan berdasarkan penyebab terjadinya, maka erosi digolongkan dalam 4 jenis. Yang pertama yakni Ablasi. Ablasi merupakan suatu proses pengikisan tanah sebagai akibat dari aktivitas air. Proses ini memiliki beberapa faktor yang mana sebagian besarnya terjadi karena pergerakan air.

Faktor lainnya yaitu jumlah pasir yang dibawa dan juga kecepatan dari airnya. Kedua yakni Abrasi. Erosi yang satu ini sering terjadi di sekitar pesisir laut. Abrasi adalah suatu pengikisan yang terjadi sebagai akibat dari aktivitas gelombang lautan. Penyebab utamanya adalah karena pencairan es di kutub yang membuat permukaan air laut naik (lihat juga: penyebab gunung meletus).

Jenis erosi ketiga yakni Eksharasi. Eksharasi terjadi karena adanya pengikisan yang berasal dari gerakan lapisan es yang mencair. Nama lain dari erosi ini adalah erosi es ataupun gletser. Dampak dari erosi es ini yaitu munculnya bentang alam yang bernama fyord. Fyord sendiri merupakan sebuah wilayah di pantai yang menjorok ke daratan.

Dan yang terakhir yakni korosi. Korosi adalah pengikisan yang berasal dari angin. Karena berasal dari angin maka korosi biasa terjadi di daerah yang mempunyai banyak gurun. Korosi mempunyai istilah lain yaitu deflasi.

Demikian uraian dari  pengertian, faktor penyebab erosi, dan jenis-jenis erosinya. Semoga bisa menambah informasi Anda dan sebagai pengingat untuk saling peduli terhadap lingkungan sekitar.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Penyebab Erosi, Nomor 2 adalah Faktor Utama yang Sering Terjadi di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel