Berbagai Penyebab Angin Puting Beliung, Nomor 1 dan 2 adalah Faktor Utama yang Sering Terjadi di Indonesia

Belakangan ini kabar bencana kerap menghiasi layar kaca. Ya, dimana-mana banyak sekali terjadi bencana baik di dalam hingga luar negeri. Tentunya kondisi alam seperti ini bukan semata karena takdir saja tapi ada andil manusia juga di dalamnya. Alam pun kini seolah mulai tidak ramah dan menunjukkannya dengan bencana. Salah satunya adalah angin puting beliung. Sebetulnya penyebab angin puting beliung sepenuhnya adalah karena kondisi alam (lihat juga: penyebab efek rumah kaca).

Apa Itu Angin Puting Beliung?

Banyak orang awam yang kerapkali menyebut angin puting beliung ini dengan berbagai sebutan mulai dari angin lesus, angin bohorok dan bahkan ada juga yang menyebutnya tornado. Sebetulnya angin puting beliung sendiri merupakan angin berputar yang kecepatannya mencapai 63 km per jam dan bergerak lurus dalam waktu setidaknya 5 menit. Untuk waktu terjadinya angin ini sendiri umumnya bisa pagi, siang hingga sore saat musim pancaroba.

Faktor Penyebab Angin Puting Beliung Yang Harus Diketahui

Meski angin puting beliung umumnya tidak berlangsung dalam waktu yang lama, tapi dampaknya bisa begitu luar biasa. Angin puting beliung bisa memporak porandakan apapun yang dilewatinya sehingga sangat berbahaya. Berikut ini beberapa penyebab angin puting beliung yang perlu diketahui:

1. Tekanan Udara yang Berbeda
Penyebab pertama adalah dari tekanan udara yang berbeda ekstrim sehingga tekanan itu menjadikan munculnya sebuah pusaran untuk sistem cuaca. Angin ini biasa juga terjadi di samudera mengingat tekanan udara lebih berbeda dibandingkan ketika ada di daratan. Umumnya angin puting beliung berpotensi muncul ketika musim kemarau saat siang dimana suhu sedang ada di puncaknya, sedang suhu samudera tak bisa imbangi suhu tersebut.

2. Suhu Udara Sangat Panas
Angin puting beliung terjadi lantaran suhu udara yang sangat panas sehingga menjadikan lapisan atmosfer di bumi menerima suhu panas lebih besar dengan tekanan udara rendah. Itulah mengapa terjadi adanya perpindahan tekanan udara dimulai dari tempat yang mempunyai suhu rendah ke tempat dengan suhu yang tinggi sehingga pusaran angin pun terjadi.

3. Pengaruh Lokasi
Angin puting beliung kerap sekali terjadi di area samudera dekat garis khatulistiwa misalnya Samudera Pasifik hingga Laut Atlantik. Kala tengah hari, suhu bisa mencapai lebih batas normal yakni 27 derajat lebih sehingga jadikan suhu di permukaan laut lebih tinggi jika dibanding suhu yang ada di air. Inilah yang jadikan penguapan begitu besar dan cepat yang bisa sebabkan pusaran angin cepat.

4. Sepenuhnya Karena Faktor Alam
Penyebab angin puting beliung yang paling sering adalah memang karena faktor alam sepenuhnya. Cuaca memang tidak bisa diprediksi sehingga keberadaannya kadang sulit dideteksi. Tidak ada faktor lain yang sebabkan terjadinya angin puting beliung ini misalnya karena ulah manusia (lihat juga: penyebab pencemaran tanah).

Mengenal Ciri-Ciri Angin Puting Beliung

Untuk bisa tingkatkan kewaspadaan Anda akan angin puting beliung, maka bisa juga dengan mengenal beberapa cirinya. Beberapa ciri angin puting beliung diantaranya adalah udara yang panas sehingga sebabkan gerah. Selain itu jika di langit ada awan putih bergerombol berlapis juga bisa jadi tanda akan datangnya angin puting beliung. Selanjutnya awan berubah tiba-tiba yakni dari putih menjadi hitam pekat layaknya kumulonimbus. Jika angin sudah mulai datang hingga pohon dan ranting bergoyang, maka Anda wajib waspada.

Itulah beberapa penjelasan terkait pengertian, penyebab angin puting beliung hingga ciri-cirinya. Dengan mengetahui informasi tersebut, maka diharapkan Anda bisa lebih waspada jika ciri-ciri tersebut sudah mulai terlihat. Pastikan segera menjauh sebisa mungkin dari area angin puting beliung.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel