Berbagai Penyebab Efek Rumah Kaca, Nomor 1 dan 2 adalah Faktor Utama yang Banyak Terjadi di Indonesia

penyebab efek rumah kaca

Rumah kaca adalah sebuah bangunan dengan bentuk rumah yang seluruh bagiannya terbuat dari material kaca. Rumah kaca ini biasa dipakai untuk tempat bercocok tanam baik buah, sayur dan juga bunga sekalipun. Umumnya rumah kaca ini dipakai para petani yang ada di negara 4 musim sehingga di dalamnya tetap hangat meski minim cahaya matahari. Efek rumah kaca sendiri menjadi istilah yang banyak dipakai untuk gambarkan kondisi bumi saat ini. Penyebab efek rumah kaca ini pun beragam yang akan dijelaskan dalam artikel ini (lihat juga: dampak pemanasan global).

Apa itu Efek Rumah Kaca?

Seperti yang sudah dijelaskan di awal dimana efek rumah kaca merupakan istilah yang umum dipakai dalam menggambarkan kondisi bumi saat ini. Hal ini lantaran panas matahari banyak terperangkap di atmosfer bumi. Gas atmosfer seperti CO2 bisa menahan panas dari matahari sehingga panasnya terperangkap di atmosfer. Seharusnya sebagian panas yang diterima bumi dipantulkan kembali, tapi justru terperangkap. Tidak heran jika dari tahun ke tahun cuaca yang ada di bumi pun menjadi kian hangat.

Penyebab Efek Rumah Kaca yang Wajib Anda Tahu

Efek rumah kaca bisa terjadi karena gas di atmosfer seperti uap air, methana, CO2 hingga ozon dan nitrous oxyde yang makin banyak jumlahnya. Pada dasarnya gas tersebut memang dibutuhkan sehingga bumi tidak terasa terlalu dingin. Meski demikian, berbagai aktivitas manusia menjadikan jumlah gas tersebut kian banyak konsentrasinya. Berikut ini penyebab efek rumah kaca:

1. Pembakaran dan Penebangan Hutan
Pohon yang ada di bumi ini sangat berguna karena mampu mengubah gas karbon dioksida jadi oksigen. Tentunya gas tersebut sangat bermanfaat untuk manusia. Namun, manusia justru kerapkali bertindak sembarangan dengan melakukan pembakaran dan juga penebangan di hutan-hutan. Saat hutan dibakar, maka gas rumah kaca akan menjadi meningkat. Ditambah lagi penebangan yang dilakukan sehingga menjadikan jumlah pohon terus berkurang.

2. Pemakaian Bahan Bakar Fosil
Bahan bakar fosil misalnya minyak bumi hingga batu bara berlebihan tak hanya bisa menimbulkan polusi udara semata. Namun, hal ini pun bisa berakibat buruk pada bumi karena konsentrasi dari gas rumah kaca yang ada di atmosfer akan meningkat. Pembakaran dari bahan bakar fosil itu menimbulkan gas karbon dioksida sehingga jumlahnya pun akan terus menerus meningkat.

3. Pencemaran Laut
Lautan yang luas di bumi ini bisa menyerap karbon dioksida dengan jumlah yang amat besar. Namun, pencemaran lautan yang kerap terjadi karena buangan dari pabrik dan industri hingga sampah menjadikan laut pun tercemar. Tak heran jika ekosistem yang ada di laut pun kemudian musnah. Dengan adanya kondisi ini, maka laut pun tak bisa secara maksimal dalam menyerap karbon dioksida.

4. Perkembangan Industri
Tak dapat dipungkiri jika penyebab efek rumah kaca juga karena perkembangan zaman yang kian maju dimana industri juga kian banyak muncul. Limbah industri yang menghasilkan berbagai macam gas pun menjadikan konsentrasi gas efek rumah kaca menjadi kian besar (lihat juga: akibat rotasi bumi).

Contoh Perilaku Sederhana Minimalisir Efek Rumah Kaca

Untuk menyelamatkan bumi dari efek rumah kaca yang kian terasa, maka Anda bisa juga turut andil dengan menerapkan berbagai macam perilaku sederhana yang baik. Beberapa contohnya misalnya dengan penggunaan lampu neon, membatasi pemakaian kertas hingga memilih pupuk organik untuk pertanian. Meski terlihat kecil, tapi perilaku tersebut berarti besar.

Dengan mengetahui penyebab efek rumah kaca, maka sebagai manusia kita pun bisa lebih berhati-hati dalam berperilaku. Jangan sampai aktivitas saat ini merusak keamanan dan kenyamanan bumi.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Berbagai Penyebab Efek Rumah Kaca, Nomor 1 dan 2 adalah Faktor Utama yang Banyak Terjadi di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel